Memotret Pembangunan Pendidikan di Indonesia

Pendidikan adalah salah aset paling penting bagi sebuah negara. Pendidikan juga melambangkan sebuah negara, jika baik pendidikan di suatu negara maka baik pula kehidupan masyarakatnya. Dengan adanya pendidikan,  akan membuat sebuah negara menjadi negara yang maju dan berkembangan dengan baik, karena dengan adanya pendidikan akan menciptakan generasi-generasi muda yang terdidik, berakhlak, berbudi dan berkualitas

Di Indonesia sendiri Pendidikan sangatlah di utamakan, karena dengan adanya pendidikan akan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Selain itu, dengan adanya pendidikan akan membuat para generasi muda bisa bersaing dalam dunia kerja dan mendapatkan pekerjaan yang layak.

Berbicara mengenai pendidikan, apakah Indonesia sudah termasuk negara yang memiliki kualitas pendidikan yang baik?

5 Negara dengan Kualitas Pendidikan Terbaik

Pada tahun 2015 lalu salah satu organisasi ekonomi dan pembangunan dunia/Organisation for Economic Co-operation and Development  (OECD) merilis daftar negara-negara yang memiliki kualitas pendiidkan terbaik didunia. Pendidikan di negara-negara itu dinilai dari berbagai hal seperti sistem pendidikan, kualitas guru, kemampuan matematika, membaca menulis, serta pengetahuan umum siswa sekolah dasar hingga usia 15. Yang menariknya lagi, yang termasuk dalam 5 besar negara-negara dengan pendidikan terbaik didunia adalah negara-negara yang terletak di Asia (Indonesia gak masuk). Berikut adalah daftar 5 negara dengan kualitas pendidikan terbaik di dunia
  1. Singapura
  2. Hongkong
  3. Korea Selatan
  4. Jepang
  5. Taiwan
Itulah daftar 5 negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia.
Terus, Indonesia urutan keberapa dong?
Saya sebagai warga negara Indonesia agak sedih dan malu untuk menuliskan kualitas Indonesia dalam dunia pendidikan. Tapi tidak apa-apalah, untuk menambah pengetahuan dan wawasan kita bersama saya akan memberitahukan kepada sahabat semua.

Menurut data yang saya dapatkan dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Indonesia menduduki peringkat ke-69 dari 76 negara dunia sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikan terbaik. Ini artinya Indonesia belum memiliki kualitas pendidikan yang cukup baik bila dibandingkan dengan negara Dunia lainnya.

Bila dibandingkan dengan negara di Asia Tenggara lainnya Indonesia masih kalah jauh dengan negara Asia Tenggara seperti Vietnam yang menduduki peringkat 12 dunia, Thailand 47 dan Malaysia peringkat 52. Hmm. sedih yaa...

Hal yang Menyebabkan Pendidikan di Indonesia Buruk
Hal yang menyebabkan pendidikan di Indonesia buruk | Ardi Handayat
Buruknya pendidikan di Indonesia bukan datang dengan sendirinya, pasti ada penyebabnya. Ada beberapa hal yang menyebabkan buruknya kualitas pendidikan di Indonesia. Dalam artikel kali ini saya akan membahas mengenai hal-hal yang menyebabkan buruknya kualitas pendidikan di Indonesia.

Tak ada salahnya jika kita memperbaiki hal-hal yang menyebabkan kualitas pendidikan di negara kita menjadi buruk. Oleh karena itu kami akan menyajikan beberapa hal yang menyebabkan kualitas pendidikan di negara kita buruk, berikut adalah penyebabnya....

Kesalahan dalam Sistem Pendidikan
Kesalahan Dalam Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan merupakan salah satu faktor penting untuk memajukan sebuah negara. Dengan baiknya sistem pendidikan di suatu negara akan membuat negara tersebut menjadi negara yang maju dan memiliki generasi-generasi berkualitas.

Sistem pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata sempurna, ya sistem pendidikan di Indonesia lebih mementingkan nilai dibandingkan keahlian yang dimiliki siswa. Jadinya, siswa yang memiliki bakat kemudian bakatnya tersebut tak didukung oleh sekolah membuat bakat yang ia miliki  hilang secara perlahan.

Kita harus banyak belajar dari negara maju seperti Inggris. Inggris dikenal sebagai negara yang memiliki kualitas pendidikannya yang baik, dengan begitu membuat inggris banyak dicontoh oleh berbagai negara-negara di dunia. Contoh dari baiknya kualitas pendidikan di Inggris adalah anak-anak di Inggris wajib masuk Sekolah Dasar mulai dari usia 5 tahun. Siswa naik dari kelas 1 sampai 6 tanpa ujian. Dibandingkan Indonesia, pelajaran di Inggris lebih banyak bersifat praktek dibandingkan menghafal.

Kurangnya Tenaga Pelajar yang Handal
Kurangnya Tenaga Pelajar
Tenaga pengajar atau guru adalah salah satu faktor penting untuk membangun kualitas pendidikan di suatu negara. Ya, dengan adanya guru proses belajar mengajar jadi semakin efektif, seperti menjelaskan kepada murid dan lain sebagainya. Dan tahukah kamu pada saat tahun 2015 lalu, menurut yang dilansir oleh media berita Tribunnews.com Indonesia masih kekurangan sekitar 500.000 guru SD. Kekurangan guru terbanyak terjadi di Pulau Jawa, karena di pulau itu memiliki jumlah penduduk yang banyak.

Banyak hal yang menyebabkakn kurangnya guru di suatu daerah, seperti sulitnya akses menuju sekolah, sekolahnya terletak di daerah terpencil dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus saling bahu membahu untuk membangun infrastruktur di daerah yang aksesnya sulit seperti membangun jembatan, jalan dan lain sebagainya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan jalur sekolah yang mudah diakses baik bagi para guru maupun para siswa. Dengan mudahnya mengakses jalur sekolah akan menimbulkan semangat belajar dari siswa dan semangat mengajar dari Guru.

Mahalnya Biaya Sekolah
Mahalnya biaya sekolah
Mahalnya biaya sekolah adalah salah satu penyebab yang membuat kualitas pendidikan di Indonesia menjadi rendah dibandingkan negara lainnya di dunia. Mahalnya biaya sekolah membuat banyak anak-anak dari keluarga miskin tak mampu menyekolahkan anaknya hingga 12 tahun (tamat SMA). Ada anaknya yang hanya tamat SD, tamat SMP  bahkan ada yang tak bersekolah.

Indonesia harus banyak belajar dari negara-negara maju seperti Finlandia. Disana sekolah-sekolah gratis tanpa biaya, bukan hanya sekolah negeri, sekolah swasta-pun biayanya diatur oleh Pemerintah. Semoga saja di Indonesia bisa seperti ini, Aamiin ^_^

Pembangunan Sekolah yang Tidak Merata
Sumber: yappika-actionaid.or.id
Tahukah kamu tidak meratanya pembangunan pendidikan di Indonesia membuat banyak timbul sekolah-sekolah dengan fasilitas pendidikan yang kurang memadai. Seperti ruang kelas yang mau roboh, ruang kelas yang rusak, fasilitas menuju sekolah yang sulit dan lain sebagainya. Padahal sebenarnya mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak adalah hak bagi semua warga negara di Indonesia.
Selain mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar, rusaknya kelas juga akan membahayakan keselamatan guru dan siswa. Sewaktu-waktu akan bisa terjadi seperti robohnya ruang kelas, genteng runtuh dan lain sebagainya.

Berdasarkan data Kemendikbud, Provinsi yang memiliki sekolah (SD & SMP) rusak dengan persentase jumlah sekolah rusak terbanyak berturut-turut adalah Nusa Tenggara Timur (29,93%), Maluku Utara (29,32%), dan Sulawesi Tenggara (26,65%). Dan perlu kamu ketahui, hampir 6,6 juta anak di Indonesia terancam bahaya akibat sekolahnya yang rusak, 20% diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat.
Apakah ini salah Pemerintah?
Tidak! Banyaknya sekolah yang rusak di berbagai daerah bukanlah salah Pemerintah Indonesia. Pemerintah sudah bekerja dengan baik untuk mewujudkan tempat pendidikan yang nyaman dan aman bagi seluruh anak-anak di Tanah Air. Ada beberapa hal yang menyebabkan sekolah tersebut belum juga ditangani oleh Pemerintah, seperti kurangnya informasi mengenai keberadaan sekolah rusak tersebut, akses yang sulit sehingga menyulitkan pemerintah untuk menyalurkan berbagai alat untuk pembangunan sekolah dan lain sebagainya.

Irfan, Calon Guru dari Sekolah yang Hampir Roboh

Irfan adalah salah satu contoh akibat dari kurangnya perhatian pemerintah dalam pembangunan sekolah di Indonesia.

Nama lengkapnya adalah Muhammad Irfansyah, ia adalah salah satu murid kelas 4 SD di Sekolah Dasar Sampang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Anak yang biasa di sapa dengan panggilan Irfan ini memiliki cita-cita menjadi seorang guru, namun cita-cita yang ia impikan itu terhambat karena sekolah dimana tempat ia menimba ilmu hampir roboh. Selain itu, atap dan tembok kelasnya berlubang dimana-mana sehingga membuat ia tidak konsentrasi saat belajar apalagi saat cuaca sedang hujan deras.

Di kelas 4, Irfan hanya bersama dengan 4 orang teman. Total siswa di seluruhnya SD tersebut hanyalah 45 orang anak. Sedikitnya siswa di SD Sampang menjadi alasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Serang untuk menutup mata dan telinga untuk tidak mempedulikan kondisi sekolah tersebut.

Kata Irfan: “Kalau tiba-tiba sekolahnya roboh, kami nanti tidak punya sekolah lagi”

Semoga saja Pemerintah Indonesia cepat memperbaiki sekolah dan kelas SD Sampang yang terletak di Kabupaten Serang, Provinsi Banten itu, agar Irfan bisa belajar dengan aman dan nyaman dan bisa menggapai cita-citanya menjadi seorang guru.

Masnun Ingin Tetap Bersekolah!

Sama halnya seperti Irfan, Masnun adalah siswa kelas 2 (Dua) Sekolah Dasar di SD Sampang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Masnun setiap harinya terpaksa harus belajar di ruang kelas yang sudah rusak, bahkan hampir roboh. Masnun merasa tidak nyaman, “sekolahnya kotor, bocor, bau.” Lebih dari itu, Masnun pun merasa tidak aman, “takut roboh,” ucapnya.

Masnun merasa takut karena plafon salah satu ruang kelas di SD Sampang pernah jatuh. Beruntung, saat itu tidak korban. Walaupun sudah pernah terjadi hal seperti itu, masih belum ada juga orang-orang maupun pemerintah yang membantu sekolah tersebut.

Masnun ingin sekali sekolahnya diperbaiki. Namun, Masnun tidak cukup berani untuk mengatakannya kepada kepala sekolah apalagi pemerintah yang jauh di sana. Akan tetapi, satu hal yang pasti, Masnun ingin tetap sekolah. Masnun tetap ingin mengejar cita-citanya: menjadi seorang polisi.

Solusi untuk Pemerintah
Solusi dan Masuk untuk Pemerintah Indonesia
Seperti yang kita sadari, bahwa sehebat apapun program-program Pemerintah Indonesia tak akan bisa efektif bila berjalan sendirian. Oleh karena itu, untuk memajukan pembangunan pendidikan di Indonesia, pemerintah juga membutuhkan orang lain seperti masyarakat contohnya.  Dengan adanya masyarakat akan memudahkan program-program pembangunan yang di laksanakan oleh pemerintah.

Solusi dan Masukan untuk Pemerintah Indonesia
Sebagai seorang masyarakat, saya akan memberikan solusi dan masukan kepada pemerintah Indonesia agar pembangunan terutama pembangunan pendidikan di Indonesia semakin maju dan berkembang kedepannya..
  1. Bekerja Sama dengan Masyarakat
Bekerja sama dengan masyarakat adalah solusi utama yang harus pemerintah Indonesia kedepankan. Iya, karena dengan bekerja sama dengan masyarakat akan memudahkan pemerintah Indonesia mendapatkan informasi mengenai sekolah yang membutuhkan dana untuk melakukan pembangunan.  

      2. Bekerja Sama dengan Organisasi-Organisasi
Selain bekerja sama dengan masyarakat, berkerja sama dengan organisasi-organisasi juga mampu membuat pembangunan pendidikan di Indonesia jadi lebih baik. Contohnya saja bergabung dengan organisasi yang membantu dalam dunia pendidikan seperti YAPPIKA ActionAid. 

      3. Membuat Situs Pelaporan Secara Online
Ya, kemajuan teknologi memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat tak terkecuali bagi pemerintahan. Kemajuan teknologi ini seharusnyalah kita manfaatkan dengan baik seperti untuk memajukan negeri ini. Ya, membuat situs pelaporan secara online akan membantu pemerintah Indonesia untuk mengetahui daerah mana saja yang terdapat sekolah yang rusak. Dengan adanya situs tersebut akan memudahkan para masyarakat  untuk melaporkan sekolah-sekolah yang rusak secara online.

Harapan saya sih dengan adanya solusi dan masukan diatas bisa menigkatkan pembangunan terutama dalam bidang pendidikan di Indonesia dan juga bisa mengatasi kejadian seperti di SD Sampang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Memotret Pembangunan Pendidikan di Daerahku
Dokumen Pribadi
Melihat kondisi sekolah Irfan dan Masnun yang berada di Kabupaten Serang, Banten membuat saya sangat sedih sekaligus bersyukur. Bersyukur? Ya, saya sangat bersyukur karena saya tinggal di daerah yang berdekatan dengan kantor Pemerintahan, sehingga masukan dan keluhan yang kami sampaikan bisa cepat terdengar oleh Bupati maupun Gubernur.

Foto diatas merupakan foto dari pembangunan dan penambahan gedung sekolah di dekat rumahku. Penambahan gedung sekolah tersebut dilakukan karena pada beberapa waktu yang lalu gedung di sekolah tersebut ada yang sudah rusak.

Yang Terjadi Jika Pembangunan Sekolah di Indonesia Merata
Infographic by Muhammad Nur Ardi Handayat
Pembangunan sekolah, ruang kelas dan hal lainnya yang berkaitan dengan pendidikan akan membawa dampak yang baik bagi negara kita ini. Apa yang terjadi jika pembangunan di Indonesia itu merata? Berikut adalah beberapa hal yang terjadi jika pembangunan pendidikan di Indonesia yang merata:

1. Anak-Anak Belajar Lebih Fokus
-
Pembangunan sekolah yang merata akan membuat kita belajar lebih fokus, berbeda jika pembangunan sekolah yang tidak merata, pembangunan sekolah yang tidak merata akan membuat kita tidak fokus saat belajar karena banyak hal-hal yang mengganggu, seperti tembok-tembok yang berlobang, atap yang bocor dan lain sebagainya.

2. Anak-anak Belajar Lebih Semangat
-
Ya, dengan pembangunan pendidikan yang merata akan membuat anak-anak jadi lebih semangat dalam belajar untuk menggapai cita-citanya. Contohnya saja dengan adanya ruang kelas yang baru akan menambah semangat belajar siswa.

3. Anak-anak Belajar jadi Nyaman
-
Jika pembangunan di Indonesia merata, pasti anak-anak belajar jadi lebih nyaman. Berbeda dengan tdak meratanya pembangunan saat ini membuat anak-anak belajar jadi tidak nyaman sebab plafon di ruang kelasnya yang sudah rusak, tembok yang sudah bolong dan lain sebagainya.

4. Anak-anak Belajar jadi Aman
-
Jikalau pendidikan di Indonesia merata, pasti anak-anak belajar jadi aman. Tak akan ada ketakutan suatu saat plafon akan jatuh. Tak akan ada ketakutan suatu saat hujan melanda dan membasahi kelas.

Kesimpulan....

Mendapatkan pendidikan yang layak adalah hak seluruh anak-anak di Indonesia. Pemerintah sebagai salah satu elemen yang bertanggung jawab atas hak-hak anak tersebut seharusnyalah memberikan tempat pendidikan yang layak agar anak-anak di Indonesia bisa menggapai cita-citanya. Jika pembangunan di Indonesia merata niscaya generasi mudanya sejahtera.

Masih banyak anak-anak di Indonesia yang ketakutan saat belajar di sekolahnya. Karena ia khawatir suatu saat hujan melanda dan membasahi kelasnya. Semoga saja artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua, karena mata saya sudah mengantuk, saya akhiri artikel kali ini. Semoga bermanfaat!

Sumber:

Berkomentarlah dengan sopan dan relevan. Kalau ada kesempatan, Insyaallah saya komen balik.
Show EmoticonHide Emoticon