Begini Strategi Pemerintah dalam Mengurangi Tingkat Kemiskinan diIndonesia

- Juni 18, 2017
Perlu kamu ketahui, kemiskinan adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh berbagai negara didunia ini, termasuk juga negara kita, Indonesia. Pada tahun 1970 lalu, jumlah penduduk miskin di Indonesia pernah mengalami peningkatan secara drastis, tercatat pada masa itu Indonesia memiliki lebih dari 70 juta penduduk miskin.
Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia (Berdasarkan Tahun)
Berdasarkan data statistik diatas, kita dapat mengetahui bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pernah mencapai level tertingginya, yaitu pada tahun 1970 lalu. Pada tahun tersebut, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai angka 70 juta jiwa, dan mulai berangsur turun hingga tersisa 22,5 juta jiwa pada tahun 1996.

Akan tetapi, terjadinya krisis keuangan Asia pada tahun 1998 membawa dampak yang berimbas pada terjadinya kembali kenaikan penduduk miskin di Tanah Air. Pada masa krisis keuangan Asia tersebut, penduduk miskin di Indonesia mencapai lebih dari 49 juta jiwa, sangat banyak bukan?

Sayangnya, kenaikan angka kemiskinan pada tahun 1998 ternyata masih berlanjut hingga tahun 1999, hal ini disebabkan oleh lonjakan inflasi dan pemutusan hubungan kerja yang terjadi pada masa itu. Namun, sejak era reformasi penduduk miskin di negara kita terus mengalami penurunan yang cukup besar. Tercatat, pada bulan maret 2016 lalu, penduduk miskin di Indonesia tersisa 28,01 juta jiwa.

Hebatnya, dari tahun ke tahun penduduk miskin di Indonesia terus mengalami pengurangan. Hal ini tentunya tidak lepas dari strategi pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan di negeri ini.

Fakta Mengenai Kemiskinan di Indonesia
Infographic by Databoks.co.id
Dibalik berbagai data-data mengenai kemiskinan di Indonesia, tersimpan berbagai fakta menarik didalamnya. Dalam tulisan kali ini saya akan membagikan berbagai fakta menarik tentang kemiskinan di negara kita ini. Apa-apa sajakah fakta menarik tersebut? Mari kita simak fakta berikut ini yang berhasil saya himpun dari Databoks....

53% Penduduk Miskin Terdapat di Pulau Jawa

Pulau Jawa merupakan salah satu pulau besar yang memiliki penduduk miskin paling banyak di Indonesia. Pada bulan September 2016 lalu, tercatat ada sekitar 53% atau sebanyak 14,83 juta penduduk miskin di Pulau Jawa. Buruknya kualitas pendidikan serta sedikitnya lapangan pekerjaan dilansir sebagai penyebab banyaknya penduduk miskin dipulau tersebut.
Grafik: 10 Negara dengan Kesenjangan Ekonomi Tertinggi (2016)
10 Negara dengan Kesenjangan Ekonomi Tertinggi (2016)
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang saya dapatkan melalui Databoks, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada bulan September 2016 lalu berkurang sekitar 241 ribu jiwa dan menjadi 27,76 juta jiwa dari Maret 2016 sebanyak 28,01 juta jiwa.

Baru 56% Penduduk Miskin Yang Gunakan Air Bersih

Air bersih adalah salah satu sumber kehidupan terpenting bagi umat manusia. Dengan adanya air bersih, tentunya kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Nyatanya masih banyak penduduk miskin di Indonesia yang belum sepenuhnya mendapatkan air yang layak, baik itu digunakan untuk aktivitas sehari-hari ataupun juga untuk dikonsumsi.
Grafik: Akses Rumah Tangga Menggunakan Air Bersih Menurut Status Miskin 2015
Akses Rumah Tangga Menggunakan Air Bersih Menurut Status Miskin 2015
Berdasarkan data dari Statistik Indonesia, penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan akses sumber air bersih baru mencapai 69 persen jiwa. Bila ditinjau dari status kemiskinan, hanya ada 56 persen penduduk miskin di Indonesia yang mendapatkan akses air bersih setiap harinya.

Padahal air bersih sangat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk dikonsumsi dan juga untuk memudahkan berbagai aktivitas sehari-harinya. Akan tetapi, sulitnya akses untuk mendapatkan air yang bersih membuat sebagian masyarakat pasrah dan mau tak mau akhirnya menggunakan air yang sudah tak layak.

Banyak masyarakat yang tidak menyadari, bahwa air yang sering mereka gunakan dapat tercemar baik oleh bakteri maupun limbah yang mengandung bahan berbahaya dan beracun seperti timbal. Air yang tak layak tentunya sangat berpengaruh kepada kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup penduduk di suatu wilayah.

Hanya 31% Rumah Tangga Miskin yang Menikmati Raskin

Salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin di Indonesia ialah dengan diselenggarakannya program Raskin (Beras Miskin). Program yang sudah berlangsung sejak 2003 ini dirasa belum juga efektif dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin di Indonesia. Pasalnya, hanya ada 31 persen rumah tangga miskin yang baru merasakan Raskin dari total 28 juta penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2015.
Grafik: Persentase Penerimaan Beras Miskin Nasional
Persentase Penerimaan Beras Miskin Nasional
Tak hanya itu, banyak masyarakat yang mengeluhkan tentang rendahnya kualitas Raskin di Indonesia. Rendahnya kualitas Raskin menjadi salah satu penyebab minimnya penyerapan raskin pada penduduk miskin di Indonesia. Untuk itu pemerintah akan selalu melakukan evaluasi demi kelancaran program ini. Mulai 2017, program bantuan Raskin di Indonesia akan menggunakan kartu agar lebih tepat sasaran.

Indonesia Masuk Negara dengan Tingkat Kelaparan Serius

Miris, itulah kata yang pertama kali terucap ketika mendengar kabar bahwa Indonesia termasuk ke dalam kategori negara dengan tingkat kelaparan serius di dunia. Sungguh aneh, masa iya kita hidup di negeri yang kaya raya ini masih banyak masyarakatnya yang merasakan kelaparan, aneh banget kan?
Grafik: Indeks Kelaparan Global (GHI) Negara Asia Tenggara 2016
Indeks Kelaparan Global (GHI) Negara Asia Tenggara 2016
Ya, berdasarkan data dari Indeks Kelaparan Global (Global Hunger Index/GHI), Indonesia termasuk salah satu negara dengan tingkat kelaparan serius di dunia dengan nilai indeks sebesar 21,9. Bahkan, negeri yang kaya raya ini pun kalah dengan negeri Jiran yang memiliki tingkat kelaparan yang tergolong rendah dengan nilai indeks di bawah 10.

Perlu kamu ketahui, Indeks Kelaparan Global adalah alat statistik multidimensi yang berguna untuk menggambarkan kondisi kelaparan di suatu negara. Sebuah negara akan masuk ke dalam kategori dengan tingkat kelaparan serius apabila mendapat skor indeks GHI antara 20 sampai dengan 34,4. Sedangkan negara yang masuk ke dalam tingkat kelaparan mengkhawatirkan apabila suatu negara mendapatkan skor indeks 35 hingga 49,9.

37 Persen Penduduk Miskin Tidak Memiliki Pekerjaan

Perlu kamu ketahui, pengangguran adalah salah satu hal yang menyebabkan meningkatnya penduduk miskin di Indonesia. Dengan meningkatnya pengangguran, tentunya dapat menyebabkan kualitas hidup disuatu wilayah menjadi rendah. Selain itu pengangguran juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan baru, seperti masalah kesehatan, kelaparan, kriminalitas dan pendidikan.
Grafik: Persentase Penduduk Miskin Menurut Sektor Pekerjaan
Persentase Penduduk Miskin Menurut Sektor Pekerjaan
Pada tahun 2015, tercatat ada sekitar 37 persen penduduk miskin di Indonesia yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Tak hanya itu, 47% lainnya hanya bekerja pada sektor informal (tidak resmi) seperti wiraswasata, buruh lepas, ataupun pekerja bebas. Hanya ada sekitar 15 persen penduduk miskin di Indonesia yang bisa merasakan bekerja di sektor formal seperti karyawan ataupun pegawai resmi.

Sulitnya lapangan pekerjaan serta rendahnya status pendidikan seseorang dilansir sebagai penyebab meningkatnya angka pengangguran di Indonesia. Hal ini tentunya membuat kita tau bahwa penduduk miskin kurang dapat bersaing dalam mencari pekerjaan di sektor formal. Padahal sebenarnya selain bekerja kita juga bisa membuka usaha loh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

52 Persen Penduduk Miskin Berpendidikan SD/SMP

Tak bisa dipungkiri, pendidikan merupakan salah satu cara terbaik untuk mendidik generasi muda Indonesia menjadi generasi yang berkualitas dan dapat bersaing dalam dunia kerja. Akan tetapi, nyatanya 52 persen penduduk miskin di Indonesia hanya berpendidikan SD/SMP. Bahkan 31 persen lainnya tak mampu menempuh jenjang Sekolah Dasar (SD). Hanya ada 16,7 persen penduduk miskin yang dapat merasakan pendidikan hingga SMA atau lebih tinggi.
Grafik: Penduduk Miskin Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan pada 2015
Penduduk Miskin Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan pada 2015
Rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia berakibat pada kualitas manusia yang semakin rendah dan tidak sanggup bersaing dalam dunia kerja. Salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas manusia di Indonesia ialah dengan dibentuknya program wajib belajar 12 tahun. Program ini diharapkan dapat menjadi cara untuk meningkatkan kualitas sosial-ekonomi sekaligus dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia.

Berbagai Penyebab Kemiskinan di Indonesia
Ilustrasi Kemiskinan by Pixabay.com
Setelah membahas mengenai fakta kemiskinan di Indonesia, selanjutnya saya akan membahas mengenai berbagai penyebab kemiskinan di Indonesia. Perlu kamu ketahui, ada banyak sekali hal-hal yang dapat menyebabkan kemiskinan.

Dalam tulisan kali ini, saya akan membagikan informasi mengenai penyebab kemiskinan di Indonesia. Apa-apa sajakah penyebab kemiskinan di Indonesia? Yuk simak dibawah ini...

1. Lajunya Pertumbuhan Penduduk

Berdasarkan sensus penduduk, setiap 10 tahun sekali penduduk di Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ada 5 provinsi di Indonesia yang memiliki pertumbuhan penduduk tertinggi yaitu Kalimantan Tengah (2.38), Riau (2.64), Kalimantan Timur (2.64), Papua Barat (2.65), dan Kepulauan Riau (3.16). [Databoks]
Grafik: Provinsi dengan Pertumbuhan Penduduk Tertinggi 2014
Provinsi dengan Pertumbuhan Penduduk Tertinggi 2014
Lajunya pertumbuhan penduduk di Indonesia membuat keadaan ekonomi di Indonesia semakin melemah dan menimbulkan berbagai permasalahan baru. Contohnya, jumlah pengangguran di Indonesia jadi semakin meningkat, angka kesehatan yang menurun, gizi semakin buruk dan banyak lagi permasalahan yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk.

Lajunya pertumbuhan penduduk di Indonesia pasti ada sebabnya, salah satunya ialah angka kelahiran yang lebih tinggi dibandingkan angka kematian, serta adanya imigrasi dan emigrasi.

2. Buruknya Kualitas Pendidikan

Penyebab kemiskinan selanjutnya ialah dikarenakan buruknya kualitas pendidikan di Indonesia. Pendidikan merupakan salah satu hal terpenting untuk memajukan sebuah negara, baik tidaknya kualitas suatu negara bisa kita lihat dari kualitas pendidikannya.
Grafik: Penduduk Miskin Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan pada 2015
Penduduk Miskin Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Pendidikan pada 2015
Seperti yang sudah saya sebutkan diatas, hanya ada 52 persen penduduk miskin di Indonesia yang dapat menamatkan pendidikan SD/SMP. Bahkan 31 persen penduduk miskin lainnya tidak mampu menempuh jenjang sekolah dasar, miris ya sob.

Rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia berimbas kepada menurunnya kualitas manusia. Sehingga menyebabkan tidak mampu bersaing dalam dunia kerja dan membuat jumlah penduduk miskin semakin bertambah.

3. Wabah Penyakit

Wabah penyakit termasuk salah satu hal yang dapat menyebabkan kemiskinan di suatu negara, termasuk di negara kita Indonesia. Jika suatu keluarga berekonomi lemah terserang oleh wabah penyakit tentunya keluarga tersebut akan susah untuk mengobatinya dikarenakan kekurangan biaya, sehingga banyak dari mereka yang membiarkan saja anggota keluarganya (yang terserang penyakit) hingga meninggal dunia.
Grafik: Akses Rumah Tangga Menggunakan Air Bersih Menurut Status Miskin 2015
Akses Rumah Tangga Menggunakan Air Bersih Menurut Status Miskin 2015
Di berbagai daerah di Tanah Air yang belum terjamah oleh kemajuan zaman, biasa masyarakatnya mudah sekali terjebak oleh mitos-mitos tentang penyakit yang akhirnya menyebabkan kematian. Pentingnya sosialisasi kepada masyarakat tentang gaya hidup sehat merupakan salah satu cara efektif untuk mengurangi tingkat penyakit, kematian, dan kemiskinan di negara kita.

Akan tetapi, kurangnya pasokan air bersih di berbagai daerah di Indonesia membuat kita sepertinya sulit untuk menerapkan gaya hidup sehat. Hanya ada 56% masyarakat miskin di Indonesia yang baru mendapatkan akses air bersih di rumahnya.

Kualitas air yang digunakan masyarakat saat ini pun masih dalam taraf mengkhawatirkan. Banyak masyarakat yang tidak menyadari, air yang mereka konsumsi dapat tercemar baik oleh bakteri maupun limbah yang mengandung B3 (bahan berbahaya dan beracun) seperti timbal. So, selalu jaga kebersihan dan kesehatan ya sob!

4. Ketidakjujuran Pejabat Pemerintahan

Secara garis besar, hal inilah yang dapat menyebabkan kemiskinan di Indonesia sulit untuk dihilangkan. Selama pejabat pemerintahan dari tingkat yang terendah hingga tingkat pusat hanya berpikir untuk memperkaya dirinya sendiri, maka akan sangat sulit untuk menghilangkan kemiskinan di negara kita sehingga akan selalu ada orang miskin di negeri ini.
Skandal E-KTP, Korupsi Proyek Pengadaan Terbesar - KATADATA
Contohnya saja kasus skandal e-KTP yang baru-baru ini menghebohkan seluruh masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, karena kasus korupsi ini kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun! Bayangkan jika uang segitu untuk memakmurkan masyarakat-masyarakat miskin di Indonesia, pasti negara kita akan jadi lebih baik lagi kan sob?

Wakil Ketua KPK, Laode Muhamad Syarif menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan skandal terbesar yang pernah diungkap oleh KPK. Berdasarkan hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, ada penyelewenang pada proyek senilai Rp 5,9 triliun itu, sehingga merugikan negara sekitar Rp 2,3 triliun. Perkiraan nilai kerugian itu paling besar dibanding kasus-kasus korupsi pengadaan lainnya yang pernah ditangani KPK.

Strategi Pemerintah dalam Mengurangi Tingkat Kemiskinan

Walaupun penduduk miskin di negeri kita ini cukup banyak, akan tetapi pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah terus menyusun strategi dan melakukan berbagai upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan di negeri ini. Alhasil, setiap tahunnya Indonesia terus mengalami penurunan penduduk miskin. Bukan hanya di Indonesia, berdasarkan Laporan Kemiskinan dan Kesejahteraan dari Bank Dunia pada awal Oktober 2016 lalu mencatat bahwa jumlah penduduk miskin ekstrem di dunia juga terus mengalami penurunan. Tren ini terus berlanjut meski kondisi perekonomian global cenderung lemah dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 114 juta orang pada 2013 keluar dari lubang kemiskinan.
Grafik: Indeks Kedalaman Kemiskinan
Indeks Kedalaman Kemiskinan - Databoks
Pada akhir tahun 2016 lalu, kualitas penduduk miskin di Indonesia semakin membaik. Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2016 menurun menjadi 1,74 dari Maret 2016 yang mencapai 1,94. Indeks kemiskinan pada akhir 2016 ini terendah sejak 2013.

Selain itu, jumlah penduduk miskin pada September 2016 di Indonesia mencapai 27,76 juta orang (10,70 persen), berkurang sebesar 0,25 juta orang dibandingkan dengan pada bulan Maret 2016 yang sebesar 28,01 juta orang (10,86 persen).

Nah, mari kita mengetahui berbagai upaya dan strategi pemerintah dalam mengatasi dan mengurangi tingkat kemiskinan di negeri ini. Apa sajakah strategi pemerintah itu? Ayo kita lihat dibawah ini..

Anggaran Untuk Rakyat Miskin Senilai Rp 214 Triliun

Jika berbicara mengenai masalah kemiskinan, pemerintah Indonesia memang tidak main-main. Buktinya pada tahun 2016 yang lalu mereka mengeluarkan anggaran senilai Rp214 Triliun untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini. 
Grafik: Anggaran Kemiskinan 2016
Anggaran Kemiskinan 2016
Pada tahun 2016, anggaran untuk mengurangi tingkat kemiskinan mencapai Rp 214,4 triliun. Anggaran ini naik 24,4 persen dari realisasi pada tahun 2015. Pelayanan untuk kebutuhan dasar masih memperoleh porsi terbesar, yakni 59,2 persen diikuti pemberdayaan masyarakat 24 persen.

Bantuan operasional sekolah, jaminan kesehatan masyarakat, serta beras miskin merupakan salah satu anggaran terbesar pada pelayanan kebutuhan dasar mencapai lebih dari Rp 100 triliun. 

Dalam APBN tahun 2016, untuk pelayanan kebutuhan dasar mengalami penurunan 2,38 persen. Sementara untuk pemberdayaan masyarakat ditingkatkan 120 persen dan dukungan untuk UMKM bahkan melonjak 375 persen dari realisasi 2015. Demikian pula program pro rakyat juga naik 38,75 persen.

2 Tahun Jokowi-JK, 18 Juta Kartu Indonesia Pintar Telah Dibagi

Strategi pemerintah Indonesia dalam mengurangi tingkat kemiskinan di negeri ini selanjutnya ialah dengan dibuatnya KIP atau Kartu Indonesia Pintar. Sejak 2 tahun pemerintahan pak Jokowi dan Jusuf Kalla sudah ada 18 juta Kartu Indonesia Pintar yang dibagikan.
Grafik: Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Distribusi Kartu Indonesia Pintar (KIP)
Sebanyak 17,93 juta Kartu Indonesia Pintar (KIP) telah didistribukan pemerintah pusat ke berbagai daerah di Indonesia. Jawa Barat mendapat alokasi Kartu Indonesia Pintar tertinggi karena memiliki jumlah populasi paling banyak. Dan pada tahun 2017 ini sudah ada 19,7 juta siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar.

Sasaran penerima KIP adalah anak-anak usia sekolah yaitu 6-21 tahun, baik yang sudah bersekolah maupun yang belum terdaftar di sekolah. Agar penyalurannya tepat sasaran, KIP menggunakan data terbaru dari Basis Data Terpadu (BDT) yang diterima bertahap dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

KIP merupakan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi program unggulan Presiden Jokowi bagi anak usia sekolah. Dengan adanya program ini tentunya bisa memudahkan anak-anak untuk bersekolah, sehingga generasi bangsa ini menjadi cerdas dan dapat mengurangi tingkat kemiskinan di negeri ini.

20 Ribu Puskesmas dan Klinik Layani Peserta JKN

Strategi pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia selanjutnya ialah dengan memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakatnya. Salah satunya ialah dengan didirikannya 20 ribu puskesmas dan klinik untuk melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Grafik: Fasilitas Peserta Jaminan Kesehatan Nasional
Fasilitas Peserta Jaminan Kesehatan Nasional
Berbagai fasilitas kesehatan untuk melayani peserta JKN kini berjumlah lebih dari 25 ribu. Sebanyak 20 ribu diantaranya adalah fasilitas layanan tahap pertama (puskesmas dan klinik). Jumlah fasilitas ini akan terus .meningkat seiring dengan meningkatnya peserta JKN

168.807.302 penduduk Indonesia telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional pada September 2016. Pemerintah telah membayarkan Rp 20 Triliun sebagai iuran jaminan kesehatan untuk 40% penduduk dengan kondisi sosial ekonomi rendah di Indonesia pada tahun 2016 lalu.

Program 1 Juta Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Satu lagi program pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan di negeri ini ialah program 1 (satu) juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah dengan fasilitas yang layak namun dengan harga terjangkau.
Grafik: Realisasi Program 1 Juta Rumah 2015-Triwulan I 2017
Realisasi Program 1 Juta Rumah 2015-Triwulan I 2017
Seperti yang disebutkan oleh Presiden Jokowi melalui akun Facebook-nya, ada sebanyak 8.749 unit rumah tipe 25 dengan luas tanah 60 meter persegi yang akan dibangun oleh pemerintah di Villa Kencana. Dari 8.749 unit yang direncanakan, sebanyak 4.734 unit telah selesai dibangun.

Harga rumah ini berkisar antara Rp112-141 juta. Rumah-rumah ini dapat dibeli dengan uang muka satu persen (1%) saja dan cicilan sebesar Rp700-900 ribu per bulan dan pemerintah akan membantu memberikan uang muka dan uang administrasi sebesar Rp4 juta.

Presiden memastikan akan terus membangun hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia. Dengan begitu, tentunya masyarakat miskin dapat tinggal di tempat yang layak dan nyaman. 

Databoks, Cara Tepat Mengenali Indonesia dengan Angka
Setelah selesai membahas mengenai kemiskinan, selanjutnya kami akan membahas mengenai Databoks. Sebelum membahas mengenai Databoks, apakah kamu sudah tau apasih Databoks itu? Databoks adalah portal data statistik ekonomi dan bisnis yang merupakan bagian dari Katadata, perusahaan riset dan media online (katadata.co.id) yang berdiri sejak 2012.

Ya, Databoks adalah portal data statistik yang paling cocok digunakan untuk beragam keperluan seperti presentasi, pembuatan laporan dan memperkuat pemberitaan di media. Selain itu, Databoks juga memiliki berbagai keunggulan seperti lebih hemat waktu, handal, akurat, mudah, dan praktis tentunya akan membuat pekerjaan Anda jadi lebih mudah.

Seperti artikel saya mengenai kemiskinan diatas, semua datanya saya ambil dari Databoks. Sebab Databoks merupakan situs data statistik dan infografik terpercaya. Setiap datanya pun tersedia dengan lengkap dan sangat mudah untuk dipahami.

Beragam Fitur Databoks

Untuk memudahkan para penggunanya, Databoks menyediakan segudang fitur-fitur keren yang dapat membantu penggunanya dalam menjelajahi setiap data. Adapun fitur-fitur keren tersebut adalah sebagai berikut:

1. Indeks

Fitur Indeks adalah fitur yang dapat menampilkan kumpulan data dari Databoks sehingga dapat membantu kamu dalam menjelajahi berbagai data yang tampil dalam waktu tertentu.

2. Pencarian

Fitur Pencarian adalah fitur yang dapat membantu kamu dalam menjelajahi kumpulan-kumpulan data yang terdapat di Databoks secara relevan.

3. Home

Fitur Home adalah fitur yang menampilkan lima data terbaru dari Databoks setiap harinya.

4. Tools

Fitur Tools adalah fitur yang disediakan untuk mempermudah pengguna dalam mengubah grafik ke media atau grafik lain. Fitur ini juga bisa digunakan untuk mengambil data mentah dengan format excel untuk diolah pada tingkat lanjut.

5. Referensi

Agar setiap data yang disajikannya sempurna, Databoks selalu menjadikan berbagai lembaga sebagai referensi utama. Dengan fitur ini, memungkinkan kita dapat melihat acuan sumber data, lembaga survei, waktu terbit dan informasi lain sebagai referensi utama.

Dan masih banyak lagi fitur-fitur keren lainnya.... So, buruan kunjungi Databoks.co.id sekarang juga! Nah, itu saja artikel saya mengenai kemiskinan kali ini. Semoga artikel saya dapat bermanfaat bagi sobat semua ya! Terima kasih...

Berkomentarlah dengan sopan dan relevan. Kalau ada kesempatan, Insyaallah saya komen balik.
Show EmoticonHide Emoticon

 

Start typing and press Enter to search