Inilah Pentingnya Peran Anak Bagi Bangsa Indonesia

Inilah Pentingnya Peran Anak Bagi Bangsa Indonesia
Kamis, 17 Oktober 2019
Handayat.com - Bulan lalu, tepatnya pada tanggal 15 Juni 2019, umurku memasuki 17 tahun. Di umur yang segitu, aku sangat bersyukur dan merasa menjadi orang paling beruntung di dunia ini. Pasalnya, meskipun aku terlahir bukan dari keluarga yang kaya raya, tetapi aku masih bisa mendapatkan pendidikan yang layak, kesehatan yang baik, dan juga keluarga yang sangat sayang kepadaku.

Di luar sana, banyak banget teman-teman kita yang hidupnya kurang beruntung. Banyak di antara mereka yang putus sekolah, mengalami masalah pada kesehatannya, bahkan di antara mereka ada yang dalam keluarganya mengalami banyak masalah sehingga menjadi anak broken home, sedih banget kan?

Padahal anak-anak memiliki peranan yang sangat penting bagi sebuah bangsa. Tanpa adanya peranan anak-anak muda, maka bangsa Indonesia tentunya akan sulit mengalami perubahan dan bangsa Indonesia akan mudah pula kehilangan identitas. Adapun peranannya tersebut adalah sebagai berikut:
  • Anak-anak muda berperan sebagai agent of change atau sebagai agen perubahan
  • Selain itu, anak anak Indonesia juga sebagai agent of development atau agen pembangunan.
  • Selanjutnya anak anak muda Indonesia juga berperan sebagai agent of modernization atau agen pembaharuan bangsa Indonesia.
Dan masih banyak lagi sebenarnya peran anak anak bagi bangsa Indonesia. Kamu bisa baca selengkapnya melalui website-website yang bertebaran di internet.

Berbagai Permasalahan Anak di Indonesia
Permasalahan Anak di Indonesia
Permasalahan Anak di Indonesia
Tapi hal yang menyedihkannya, meskipun memiliki peranan yang sangat penting bagi bangsa ini, tapi anak-anak di Indonesia memiliki banyak permasalahan yang harus diselesaikan. Permasalahan ini jika tidak diselesaikan nantinya akan menjadi hambatan bagi anak-anak dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.

Rendahnya akses anak melanjutkan pendidikan

Masalah pertama yang kerap kali dihadapi oleh anak-anak di Indonesia adalah rendahnya akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal pendidikan adalah salah satu pondasi dari berbagai peranan di atas, jika tidak adanya pendidikan yang baik maka anak anak di Indonesia tentunya akan merasakan kesulitan untuk menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Yang paling mengkhawatirkan, ada sekitar 4.1 juta anak berusia antara 6-21 tahun tidak bersekolah berdasarkan data dari Mendikbud. Banyak faktor yang menyebabkan anak anak di Indonesia tidak bisa melanjutkan pendidikannya, misalnya karena sedikitnya jumlah gedung sekolah. 

Data Pusat Pendidikan di Indonesia mencatat bahwa jumlah gedung SD yang tersebar di Indonesia ada sekitar 147 ribu, sedangkan jumlah gedung SMP hanya sekitar 36 ribu saja. Selain jumlah sekolah yang tidak sebanding, faktor ekonomi juga jadi permasalahan yang harus dihadapi pemerintah.

Rendahnya Status Gizi Pada Anak

Permasalahan selanjutnya yang sering juga dialami oleh anak anak di negeri ini adalah rendahnya status gizi. Data pemantauan status gizi (PSG) 2017 di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota di Indonesia memperlihatkan ada 3,8 persen balita dengan gizi buruk, 14 persen kurang gizi, 29,6 persen stunting (pendek), dan 9,5 persen wasting (kurus).

Padahal gizi merupakan hal yang penting bagi seorang anak, karena gizi merupakan faktor penentu utama kualitas SDM. Status gizi yang baik pada anak akan berdampak pada proses pertumbuhan dan perkembangannya, salah satunya dapat meningkatkan kemampuan intelektual yang akan berdampak pada prestasinya di sekolah.

Maraknya Kekerasan Terhadap Anak

Selain dua permasalahan di atas, permasalahan lainnya yang kerap kali melanda generasi penerus bangsa adalah masalah kekerasan. Menurut Dian Kartikasari, Sekretaris Jenderal Koalisi Perempuan Indonesia, yang aku kutip dari situs web kumparan.com, banyak di antara anak-anak Indonesia yang masih belum bisa menikmati hak atas rasa aman, baik di ruang publik, sekolah maupun di dalam rumahnya sendiri. Wah, miris banget kan?

Di media, kita tak jarang menemukan banyak sekali berita-berita mengenai kekerasan pada anak di negeri kita, mulai dari anak yang dipukul, ditampar, disiksa bahkan sampai ada yang dibunuh. Dari tulisan yang ku baca di web Tirto.id, KPAI mencatat ada sebanyak 4.294 kasus kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orang terdekatnya, seperti keluarga dan pengasuh pada tahun 2011-2016. Dan kasus paling banyak terjadi pada 2013, yaitu 931 kasus kekerasan pada anak. Tapi untungnya, jumlah ini terus menurun menjadi 921 kasus di 2014, 822 kasus di 2015, dan 571 kasus di 2016.


Ayo Mengenal Save The Children
Organisasi Save The Children
Berbicara mengenai anak-anak, ada sebuah organisasi keren yang didirikan khusus untuk memberikan dukungan terhadap hak-hak anak dan membantu anak-anak, terutamanya anak-anak di negara berkembang. Mungkin di antara sobat sudah pernah mendengarkan nama organisasi ini. Organisasi ini bernama Save The Children.

Organisasi ini didirikan di Inggris pada tahun 1919 yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan anak-anak melalui pendidikan yang lebih baik, perawatan kesehatan, dan kesempatan ekonomi, serta memberikan bantuan darurat akibat bencana alam, perang, dan konflik lainnya. Wahh, keren banget kan?

Lewat program kerjanya yang keren, organisasi Save The Children sudah banyak banget membantu anak-anak di dunia loh, termasuk juga anak-anak di Indonesia. Apa-apa saja sih program kerjanya?

Memperjuangkan Hak Anak

Organisasi ini sudah menyelamatkan kehidupan anak-anak di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Save The Children telah melakukan banyak sekali perubahan bagi kehidupan. Setidaknya sudah ada lebih dari 3,6 juta anak dan orang dewasa yang terbantu oleh program-program yang diciptakannya.

Save the Children memiliki visi untuk melindungi hak anak-anak agar bisa mendapatkan rasa gembira, rasa aman dan kesehatan di masa depan. Ada tiga program andalan dari Save The Children untuk memperjuangkan hak anak di dunia, seperti:
  • Survive yaitu program yang berfokus pada kesehatan dan gizi.
  • Learn yaitu program yang diciptakan untuk anak-anak agar mendapatkan akses pendidikan layak.
  • Be Proctected yaitu program yang berfokus untuk perlindungan anak. Agar anak-anak terlindungi dari hukuman fisik dan hukuman yang membahayakan, baik di rumah maupun di sekolah.

Aksi Kemanusiaan

Program kerja selanjutnya dari Save the Children adalah aksi kemanusiaan. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negara yang rentan sekali mengalami bencana, tak jarang bencana-bencana tersebut memakan banyak korban, dan paling sering menjadi korban adalah anak-anak.

Nah, ketika terjadi bencana, Save the Children mempersiapkan apa saja yang diperlukan oleh para keluarga, apakah itu tempat tinggal, akses ke air bersih, perawatan kesehatan atau barang-barang non-pangan yang diperlukan.

Dan yang membuatku takjub, Save the Children juga menyediakan Ruangan Ramah Anak dan Ruangan Belajar Sementara. Hal ini bertujuan agar anak-anak memiliki tempat yang aman untuk bermain dan belajar, sementara orangtua dan keluarga mereka fokus pada pemulihan setelah bencana. 

Tak hanya itu saja sob, Save the Children juga mengedukasi masyarakat untuk membangun ketahanan agar dapat mengurangi dampak bencana di masa mendatang.

Race for Survival

Yang menarik lainnya dari Save the Children adalah Race for Survival, yaitu kampanye terbesar Save The Children yang dilakukan setiap tahun untuk menyuarakan harapan, impian dan keinginan anak-anak di seluruh dunia kepada para pemimpin mereka. Dengan adanya program ini, Save the Children berharap agar para pemimpin negara mengambil keputusan yang berpihak pada anak-anak.

Nah, sepertinya itu saja yang bisa aku bagikan pada tulisan kali ini. Semoga apa yang aku bagikan bisa bermanfaat bagi sobat yang membacanya, ya!

Gambar vector: freepik.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar untuk "Inilah Pentingnya Peran Anak Bagi Bangsa Indonesia"

  1. Saya miris dengan anak-anak zaman sekarang.. berbeda dengan kami yang generasi 90. Anak-anak sekarang sangat liar, semoga masih ada anak-anak remaja yang masih terselamatkan. Supaya negara kita bisa maju.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung individunya juga sih, nggak semua anak zaman sekarang itu buruk.

      Hapus

Karena banyaknya komentar yang menyebabkan broken link pada blog ini, aku terpaksa menggunakan sistem moderasi. Gapapa kan?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel