Akhir-akhir ini negara kita dihebohkan dengan munculnya virus jenis baru yaitu Corona. Virus ini memang benar sangat berbahaya, tak hanya berdampak pada tubuh manusia namun juga bisa menimbulkan dampak terhadap perekonomian suatu negara.

Baca juga: Software Cloud ERP Indonesia

Berdasarkan tulisan yang saya kutip dari Alodokter, virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

3 Pelajaran Penting yang Kita Dapatkan dari Virus Corona 1

Pelajaran dari Virus Corona

Pemerintah sendiri sudah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi dan mencegah virus ini menyebar ke seluruh Indonesia dengan menghimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah untuk sementara waktu, meliburkan sekolah-sekolah, mengajak perusahaan-perusahaan untuk melakukan kerja dari rumah dan masih banyak lagi.

Baca juga: Sewa Bus Semarang

Mengingat penyebaran virus ini sangat cepat dan mudah bisa dengan tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19. Kedua, memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19. Ketiga, kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Sebelum menyerang negara Indonesia, virus ini sudah menyebar ke sejumlah negara di dunia yang menimbulkan dampak yang begitu luar biasa. Mengamati segala kehebohan yang ditimbulkan oleh Coronavirus, menurut salah seorang pengguna Quora bernama Nurkholis Ibnu Aman menyebutkan ada tiga pelajaran penting yang kita dapatkan dari wabah virus Corona ini:

1.Bahwa kita makhluk yang lemah

Manusia boleh mampu terbang lintas benua, bangun gedung 100 lantai, bahkan berkunjung bolak-balik ke bulan. Tetapi menghadapi satu virus yang ukurannya little tiny mini ini saja kita kelabakan.

Kalau Anda seorang yang relijius, mungkin ini saat yang tepat untuk berfikir tentang-Nya. Berdoalah kepada Tuhan masing-masing untuk minta kekuatan dan perlindungan.

Kalau Anda bukan seorang yang relijius, mungkin ini bisa jadi pengingat kalau masih banyak hal yang di luar kendali kita. Setidaknya bisa membuat kita lebih humble, tidak mudah jumawa.

Hingga saat ini, belum ada satu pun perlindungan yang efektif. Pengawalan berlapis-lapis yang dimiliki seorang Presiden/Menteri saja bisa ditembusi oleh sang virus.

Orangtua tidak bisa melindungi anaknya. Kakak tidak bisa melindungi adiknya. Every man for himself. Nafsi nafsi.

2.Bahwa hidup ini singkat

Cepatnya penyebaran virus memang membuat kita ternganga. Dalam hitungan hari, seseorang yang awalnya sehat bisa jatuh sakit lalu mati. Belum sempat diobati. Semua terjadi serba cepat seperti dalam kedipan mata.

Hari ini seseorang di ujung dunia sana terinfeksi. Tapi boleh jadi besok giliran kita.

Wow, ternyata hidup begitu singkat….

Bisa saja ini tulisan saya yang terakhir (semoga tidak). Bisa juga ini tulisan terakhir yang Anda baca (semoga tidak).

Selagi sempat, bersyukurlah atas semua yang terjadi pada kita sampai hari ini. Berdamailah dengan masa lalu. Baik maupun buruk, semua pengalaman hidup itu berarti.

Kalau masih punya orangtua, ayo segera bahagiakan ia. Peluk orang-orang terdekat, katakan betapa kita mencintai mereka.

3.Bahwa kita masih perlu banyak belajar

Ini poin terakhir namun paling penting. Banyak orang yang berhenti pada poin #2 saja. Lebih banyak lagi yang hanya nyampe poin #1 lalu merasa cukup. Padahal ada pelajaran #3 yang maha penting: berjuang melawan Corona.

Kita perlu menemukan obat atau anti virus Corona. Berjihad menggunakan otak dan akal fikir kita. Mengeluarkan segenap kemampuan yang ada.

Manusia bisa menjadi spesies penguasa bumi saat ini ya karena kecerdasannya. Selama ribuan tahun, kita berhasil survive dari beragam bencana karena kita berusaha. Beradaptasi.

Jadi petaka Corona ini sebenarnya bukan hal baru, hanya perlu kita lawan seperti dulu kita perangi malaria, TBC dan polio.

Kalau punya anak, ini momen sempurna untuk mengajarkan pentingnya sains. Betapa bergunanya persamaan matematika Fourier dan tabel periodik unsur kimia.

Kalau Anda sedang sekolah (SD, SMP, SMA, kuliah S1 sampai S3), ini saatnya belajar lebih keras. Ingat, isi kepala Anda akan menentukan keberlangsungan hidup manusia. Apapun ilmunya, akan bermanfaat untuk melawan si Corona (dan turunannya di masa depan).

Kita perlu algoritma machine learning yang dapat memetakan jalur penyebaran virus.

Kita butuh model ekonomi yang agile dan robust terhadap goncangan sisi suplai.

Kita harus punya ahli cross-border trade, rare disease, exotic animal vet, biomedical engineering, crisis communications, international cooperation dan seterusnya.

Nenek moyang kita pernah menghadapi virus serupa atau bahkan lebih parah. Tapi mereka tidak menyerah, makanya kita spesies manusia masih bisa eksis hingga hari ini. Jadi kita tidak boleh kalah!

Terakhir, hormat saya untuk para tenaga kesehatan. Dokter, suster, apoteker, analis laboratorium, teknisi alat kesehatan dan lain-lain. Kalau ini sebuah peperangan, Anda lah pasukan di garis terdepan. Anda semua pahlawan.

Baca juga: Berbalas Pantun

Beberapa minggu lagi, khususnya di Indonesia, akan menjadi catatan sejarah pertarungan human versus evil virus. Apakah kita yang menang atau malah jadi pecundang?

Sumber bacaan:

https://www.alodokter.com/virus-corona

https://id.quora.com/Apakah-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-tersebarnya-virus-Corona


Muhammad Nur Ardi Handayat

Seorang pelajar Sekolah Menengah Atas yang tertarik pada dunia blogging, tulis-menulis, desain grafis, videografi, dan segala hal yang berhubungan dengan dunia digital.

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kalau butuh banget sama tulisan ini, silahkan hubungi kontak saya, ya..