5 Perbedaan Reseller dan Dropship yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Memulai!

dropshipping, oberlo, shopify-3264486.jpg

Kemajuan zaman tidak lagi hanya menampilkan pembeli dan penjual saja di dalam dunia perbelanjaan. Akan tetapi, banyak istilah-istilah yang muncul seiring berkembangnya teknologi. Sebab, saat ini banyak hal-hal yang membantu memudahkan terjadinya sesuatu. Di dalam dunia perbelanjaan, tentu Anda mengenal istilah baru yaitu dropship dan reseller.

Apa itu dropship? Apa itu reseller? Kedua istilah ini sering sekali kita dengar, sebab memiliki peran yang cukup besar pada dunia perbelanjaan. Tidak hanya seseorang yang memutuskan untuk menggunakan jasa mereka saja. Namun banyak orang yang juga tertarik untuk menjalani hal-hal yang berhubungan dengan dropship dan reseller.

Baca juga: Yuk Simak! Begini Cara Membuat Website Bisnis dengan Mudah

Dropship adalah sebuah model bisnis, di mana seseorang yang bertindak sebagai pihak ketiga akan bekerja sama dengan pemilik toko atau perusahaan, untuk menjual produk yang dihasilkan. Seseorang yang bertindak sebagai pihak ketiga ini disebut dengan dropshipper. Pada kerja sama kali ini, dropshipper tidak memiliki hak untuk menentukan harga.

Sebab si pemilik perusahaan atau toko sendirilah yang akan melakukan pengiriman barang pada pembeli. Dengan kata lain, dropshipper hanyalah seorang perantara dari penjual dan pembeli. Contohnya seperti jika Anda memutuskan untuk melakukan dropship via Evermos, maka Anda akan bekerja sama oleh para pemilik usaha yang ada di Evermos untuk membantu penjualan mereka.

Berbeda dari istilah sebelumnya, reseller adalah suatu model bisnis dimana seorang penjual tidak diharuskan untuk memiliki stok barang ketika akan bertransaksi dengan konsumen. Hal ini disebabkan karena adanya seorang reseller. Akan tetapi, reseller tersebut harus sudah bekerja sama dengan si pemilik toko, apabila pesanan akan datang. Setelah itu, reseller akan mendapat potongan khusus dari penjual yang bisa dijadikan keuntungan penjualan pada pembeli.

Mudahnya, seorang reseller akan membeli produk dengan harga yang sudah ditentukan oleh penjual, tentu dengan harga yang lebih murah. Setelah itu, para reseller akan menjual kembali barang tersebut sesuai harga yang ia tetapkan. Contohnya seperti para reseller produk Evermos yang akan menyetok barang dagangan untuk para pembeli, atas izin dari penjual yang sebenarnya.

Perbedaan Dropship dan Reseller

Lalu, apa saja perbedaan dropship dan reseller? Simak penjelasannya di bawah ini:

Produk yang disediakan

Seperti penjelasan sebelumnya, perbedaan yang sangat mendasar antara keduanya adalah terkait stok barang yang akan dijual. Seorang dropshipper tidak perlu memasok atau membeli barang terlebih dahulu untuk menjualnya kembali. Akan tetapi, seorang reseller akan melakukan hal sebaliknya.

Baca juga: Ide Bisnis di Pedesaan yang Patut Dicoba 

Seorang reseller harus membeli terlebih dahulu sebuah produk dalam jumlah yang banyak. Tujuannya supaya harga produk yang diperoleh kompetitif. Maka selisih pembelian dan keuntungan penjualan dapat diperoleh lebih besar.

Tidak hanya itu, seorang dropshipper tidak perlu repot-repot mengemas produk sebelum dikirim. Sebab, pengemasan akan dilakukan oleh penjual. Sebaliknya, seorang reseller akan mengurus hal-hal tersebut.

Modal yang dibutuhkan

Jika membicarakan modal, tentu dapat dikatakan bahwa dropshipper akan lebih unggul. Sebab mereka tidak membutuhkan modal sama sekali, karena hanya melakukan pemasaran saja. Sedangkan reseller membutuhkan modal yang terbilang cukup besar untuk menyetok produk yang akan dijual kembali.

Keuntungan

Dalam hal keuntungan, reseller lebih unggul. Para reseller akan memperoleh keuntungan yang lebih besar, jika dibandingkan dengan dropshipper. Hal ini disebabkan karena mereka akan mendapatkan harga yang lebih murah dari harga penjualan aslinya. Selisih harga yang didapatkan tersebutlah yang akan menjadi keuntungan para reseller. Tak jarang pula reseller akan memberikan harga di atas penjualan sebenarnya.

Strategi pemasaran

Strategi pemasaran yang digunakan para reseller adalah direct selling. Strategi tersebut akan membuat reseller melakukan penjualan langsung pada para pembeli. Sehingga ketika ada pembeli, mereka akan langsung memprosesnya.

Sedangkan dropshipper akan menggunakan alat seperti media sosial untuk memasarkan produk dari seorang penjual. Ketika seorang akan membeli, maka dropshipper akan menghubungi supplier atau pemilik toko produk tersebut.

Risiko

Dari segi risiko, dropshipper akan mendapatkan risiko yang lebih kecil dari reseller. Sebab reseller memiliki simpanan produk, yang dimana berisiko mengalami kerugian besar jika produk tidak kunjung terjual.

Rekomendasi Tempat Dropship dan Reseller

Baik reseller maupun dropship, keduanya memiliki keuntungan dan kelebihan tersendiri. Semua tergantung bagaimana Anda menjalankan bisnisnya. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mencoba bisnis ini. Anda dapat mencoba menjadi seorang reseller, atau dropshipper melalui Evermos.

Evermos adalah suatu platform yang juga merupakan suatu ekosistem. Fungsi dari platform ini adalah untuk menjembatani produk atau brand lokal untuk menjual produk terbaik asli buatan Indonesia. Sudah banyak reseller dan dropshipper yang bergabung dengan Evermos.

Selain mendapat keuntungan, Anda juga dapat sekaligus membantu para pelaku UMKM. Sebab, Evermos akan membantu UMKM untuk meningkatkan daya saing produk-produk yang mereka perjual belikan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top
Share via
Copy link
Powered by Social Snap