Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu

Dulu, ketika duduk di bangku SMA aku sering sekali mengeluh dan bertanya-tanya, “kapan sih bisa lulus dari masa-masa SMA yang membosankan ini?” tugasnya yang banyak, guru-gurunya yang killer, pelajarannya yang….

“Haha hihi haha hihi, nggak terasa udah lulus SMA dan jadi mahasiswa aja.”

Dulu, ketika duduk di bangku SMA aku sering sekali mengeluh dan bertanya-tanya, “kapan sih bisa lulus dari masa-masa SMA yang membosankan ini?” tugasnya yang banyak, guru-gurunya yang killer, pelajarannya yang membosankan, dan waktu pembelajarannya yang lama banget (full day school), bikin aku pengin cepat-cepat keluar dari masa-masa ini.

Tak terasa, ternyata aku sudah melewati masa-masa tersebut, dan sekarang, di tahun 2021 ini resmi menyandang status sebagai mahasiswa. Hingga saat ini, aku terkadang masih belum menyangka, waktu berjalan dengan begitu cepatnya. “Perasaan baru kemarin deh ngeluh sama tugas dan segala hal yang berkaitan dengan sekolah, eh tau tau sekarang udah lulus dan jadi mahasiswa aja,” renungku.

Tak Ingin Menyia-nyiakan Kesempatan
yang Diberikan Tuhan

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 1

Mencicipi studi ke perguruan tinggi merupakan sebuah privilege atau hak istimewa yang tak semua orang bisa merasakannya. Berdasarkan data dari Pak Bambang Soesatyo, Ketua dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyebutkan bahwa dari 3,7 juta lulusan sekolah menengah (SMA sederajat) setiap tahunnya, ada lebih dari 1,8 juta anak yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi. Angka yang tinggi banget, ‘kan?

Membaca data tersebut, membuatku semakin bersyukur dan bersemangat untuk memaksimalkan kesempatan yang diberikan Tuhan, karena aku termasuk orang yang beruntung bisa melanjutkan studi ke perguruan tinggi di tahun ini.

Tentunya aku tak ingin masa-masa kuliahku nantinya seperti masa-masa SMA yang kebanyakan dihabiskan untuk melakukan hal yang sia-sia. Aku ingin nantinya di masa perkuliahan bisa memaksimalkan kesempatan yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Caraku Mempersiapkan Diri Menghadapi Dunia Perkuliahan di Masa Pandemi

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 2

Agar tak mengalami culture shock di perkuliahan, selama liburan kemarin, selain waktuku dihabiskan untuk rebahan, aku juga memanfaatkannya untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia perkuliahan yang penuh tantangan di masa pandemi seperti sekarang ini, sehingga mau tak mau kita diharuskan melakukan pembelajaran secara daring. Adapun yang aku persiapkan dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Membiasakan diri untuk membaca jurnal.

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 3

Tak seperti ketika di bangku SMA yang mana semua informasi dan pelajaran selalu disuapi oleh guru. Di bangku perkuliahan, mahasiswa dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih aktif dan mandiri; sehingga kebanyakan informasi harus mencarinya sendiri. Mau tak mau, harus sering-sering membaca banyak referensi, yaitu lewat artikel ilmiah atau biasa disebut dengan jurnal.

Belajar bersosialisasi untuk memperkaya relasi.

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 4

Berbeda dengan masa-masa SMA yang teman-temannya (biasanya) berasal dari daerah bahkan RT yang sama. Di perkuliahan, aku bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari Sabang sampai Merauke, semuanya ada! 

Hal ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagiku, agar bisa memberanikan diri untuk bersosialisasi dengan teman-teman lainnya agar bisa saling mengenal ke depannya. Ternyata, cukup mudah bagiku bersosialisasi dengan teman-teman yang lain di masa pandemi seperti sekarang ini, karena kami hanya menggunakan media sosial atau aplikasi pesan instan untuk saling berinteraksi, tanpa harus bertatap muka.

Belajar manajemen waktu, agar tak suka menunda-nunda.

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 5

Dulu ketika duduk di bangku SMA, aku termasuk orang yang suka menunda-nunda mengerjakan tugas hingga deadline-nya hampir berakhir. Dampaknya, tugas yang diberikan guru kerap kali tidak selesai tepat waktu, jika pun tepat waktu, hasilnya bakal tak sesuai dengan harapan, karena dikerjakan terburu-buru. Di perkuliahan, aku berusaha untuk tidak mengulanginya. 

Aku mulai mempersiapkan diri dengan belajar manajemen waktu dengan baik, seperti dengan menulis jadwal kegiatan harian dengan metode time blocking, mengatur skala prioritas, fokus mengerjakan satu hal saja, mengurangi bermain media sosial, dan berusaha untuk tidak menunda-nunda mengerjakan tugas yang diberikan, walaupun deadline-nya masih lama.

Mempersiapkan perangkat yang
mumpuni untuk belajar secara daring.

Seperti yang bisa kita lihat bersama, pandemi COVID-19 masih menyerang negara kita. Tak terasa, sudah satu tahun lebih lamanya. Pandemi ini memberikan dampak terhadap banyak sektor di lini kehidupan, termasuk di sektor pendidikan. Hal ini membuat aktivitas pembelajaran mau tak mau dilakukan di rumah aja, alias dilakukan secara daring.

Berbeda dengan proses perkuliahan ketika tatap muka, aktivitas pembelajaran yang dilakukan secara daring membutuhkan koneksi dan perangkat yang mumpuni agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar. 

Maka dari itu, agar proses pembelajaranku tak mengalami hambatan yang berarti, aku mempersiapkan perangkat belajar yang mumpuni agar bisa mengikuti perkuliahan dengan maksimal, mulai dari upgrade RAM, menyiapkan webcam, lighting, keyboard, dan berbagai kebutuhan untuk belajar daring lainnya.

Belajar Secara Daring Tetap Seru
Walaupun COVID-19 Membelenggu

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 6

Berbicara mengenai belajar secara daring, tak bisa dipungkiri, perkuliahan secara daring membuat shock banyak mahasiswa. Walaupun ketika SMA sebagian dari kami sudah merasakan pembelajaran daring, ternyata keadaan sekolah daring dan perkuliahan daring cukup berbeda. Hal ini tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi kami (para mahasiswa baru) agar bisa beradaptasi lagi dengan pembelajaran secara daring yang entah sampai kapan berakhirnya ini.

Awalnya, aku masih merasakan sedikit kesusahan dalam mengikuti perkuliahan secara daring. Mau tak mau, perlahan tapi pasti, aku mulai membiasakan diri dan mencoba beradaptasi. Bahkan, sekarang ini aku sudah merasa cukup nyaman dan menikmati perkuliahan secara daring ini. 

Menurutku, perkuliahan secara daring tetap bisa seru kok, asal kita bisa memaksimalkannya dengan baik. Nah, berikut ini ada beberapa hal menurutku yang bikin perkuliahan di masa sekarang ini tetap seru meskipun dilakukan secara daring berdasarkan pengalamanku selama menjadi mahasiswa.

Tetap Seru dengan Menggunakan
Aplikasi Video Conference

Walaupun pertemuan antara mahasiswa dan dosen terhalang oleh pandemi, tetapi dengan adanya aplikasi video conference bisa jadi solusi. Zoom, Google Meet, ataupun Microsoft Teams adalah nama-nama aplikasi video conference yang sudah tak asing lagi di telinga kita, hampir tiap harinya menemani proses pembelajaran daring kita. Dengan adanya bantuan aplikasi ini, belajar secara daring pun bisa tetap seru, karena antara dosen dan mahasiswa bisa tetap saling berinteraksi dan bertatap muka walau hanya sebatas di layar saja. 

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 7

Agar perkuliahan makin maksimal walaupun hanya secara daring, aku menganggap perkuliahan daring ini layaknya perkuliahan tatap muka, sehingga sebelum dosen memulai kelas di aplikasi video conference, aku mandi terlebih dahulu dan mengenakan pakaian rapi jika perkuliahan sedang berlangsung. Cara ini cukup berhasil padaku, membuatku jadi lebih bersemangat, karena aku merasa seolah-olah berada di kelas secara tatap muka.

Selain itu, aku juga membuat suasana tempat belajar menjadi nyaman agar bisa lebih fokus, mencatat apa yang disampaikan oleh dosen dengan baik, dan membuat reminder jadwal perkuliahan secara online agar bisa selalu tetap waktu setiap harinya. Gimana, tertarik mencobanya?

Tugas yang Diberikan Bikin
Lebih Melek Terhadap Teknologi

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 8

Selanjutnya yang bikin belajar secara daring tetap seru adalah tugas-tugas yang diberikan oleh dosennya bisa membantu kami jadi lebih kreatif dan melek terhadap teknologi, seperti tugas presentasi menggunakan Power Point, tugas video, tugas makalah, dan berbagai tugas menarik lainnya.

Sebagai generasi yang hidup di era yang serba digital, aku sangat menyukai hal tersebut. Dengan adanya tugas-tugas yang bikin melek terhadap teknologi, membantu kami para mahasiswa agar bisa bersaing ke depannya, terutama di dunia kerja yang bakalan memerlukan skill-skill tersebut.

Lebih Banyak Waktu untuk
Meningkatkan Skill di Luar Kelas

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 9

Sebagai mahasiswa, aku merasa dengan adanya sistem pembelajaran secara daring ini membuat waktuku menjadi lebih banyak. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagiku untuk lebih cerdas dalam menggunakan waktu yang ada. Aku sendiri biasanya memanfaatkannya untuk meningkatkan skill di luar kelas dengan mempelajari hal-hal baru yang bisa bermanfaat untuk karirku ke depannya. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk mengikuti kegiatan kerelawanan (volunteer) dan magang, atau bisa juga dengan mengikuti berbagai perlombaan yang sesuai dengan bakat dan minatmu.

Belajar Daring Tetap Seru dengan Menggunakan
Learning Management System (LMS)

Tak hanya itu saja, dengan adanya penggunaan Learning Management System atau LMS ketika perkuliahan juga membuat pembelajaran secara daring menjadi lebih seru. Penggunaan LMS membantu dosen dan mahasiswa tak hanya bisa belajar secara lisan lewat video conference, tetapi juga bisa berdiskusi lewat tulisan. 

Buat kamu yang belum tahu, LMS ini adalah software yang membantu dosen dalam membuat, merencanakan, dan mendistribusikan konten pembelajaran secara daring kepada mahasiswa, sehingga para mahasiswa dapat mengaksesnya.

Belajar Daring Tetap Seru Walaupun COVID-19 Membelenggu 10

Di Indonesia, sudah banyak kampus yang menggunakan LMS dalam proses pembelajarannya, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, kehadiran LMS sangat membantu dalam proses pembelajaran secara daring. Salah satu kampus dengan LMS terbaik dan menarik yang aku temui adalah LMS miliknya Universitas Katolik Parahyangan atau UNPAR, yang bernama IDE UNPAR.

IDE UNPAR bahkan sudah dikembangkan sejak tahun 2012 dan pemanfaatannya sudah 100% sejalan dengan kebutuhan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang. Hadirnya IDE UNPAR ini tentunya memberikan kemudahan bagi mahasiswa dan dosen selama proses perkuliahan daring. Apalagi IDE UNPAR menawarkan banyak fitur dan keunggulan, seperti fitur Assignment, Quiz, Chat, dan Forum yang bikin pembelajaran secara daring jadi tetap seru meskipun COVID-19 membelenggu.

***

Gimana, menarik banget ‘kan informasi mengenai pembelajaran secara daring ini? Semoga bisa bermanfaat ya buat kamu semua yang membacanya! Terima kasih.

#LombaBlogUnpar #BlogUnparBelajarDaring

Referensi:

1. https://www.jawapos.com/nasional/pendidikan/25/06/2021/bamsoet-sebut-hanya-38-persen-lulusan-sma-sederajat-lanjut-kuliah/

2. https://unpar.ac.id/ide-unpar-jawab-tantangan-dan-peluang-digitalisasi-pendidikan/

3. Design icon by Flaticon.com

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on pinterest

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Share via
Copy link
Powered by Social Snap