Mengenal Emisi Nokturnal pada Wanita Ketika Berusia Remaja – Seperti yang diketahui bahwa mimpi basah atau yang dikenal dengan istilah medisnya emisi nokturnal ini dialami oleh remaja yang menginjak usia puber, namun tidak jarang kondisi juga terjadi pada orang dewasa.

Selama ini mimpi basah selalu identik dengan anak laki-laki yang sedang mengalami pubertas atau sudah baligh. Akan tetapi, pada kenyataannya mimpi basah ini juga bisa dialami oleh kaum perempuan. Walaupun demikian, mimpi basah pada wanita berbeda dengan yang dialami oleh pria. 

Memang masih sedikit penelitian yang dapat menjelaskan tentang proses mimpi basah pada wanita. Hal ini bukan berarti sedikitnya wanita yang mengalami mimpi basah, namun karena mimpi basah pada wanita ini sangat sulit dikenali ciri-cirinya dibandingkan pada pria. Dimana, pada kaum wanita ini biasanya ditandai dengan keluarnya cairan vagina yang disebabkan oleh rangsangan seksual. 

Seperti yang diketahui bahwa pada kaum pria saat terbangun usai mimpi basah, biasanya akan meninggalkan bukti fisik yang ditandai dengan keluarnya sperma. Sementara pada wanita tidak demikian, namun hanya memiliki ingatan akan mimpi tersebut sehingga timbullah perasaan gelisah pada dirinya.

Ia juga akan kebingungan apakah itu hanya mimpi atau benar-benar mengalami orgasme. Akan tetapi, sebagian besar wanita memang tidak menyadari mimpi basah tersebut. Karena, jumlah cairan yang dikeluarkan lebih sedikit daripada pria.

Yang mana, cairan lubrikasi yang keluar dari vagina ini mirip dengan lendir keputihan. Namun, bedanya adalah cairan yang keluar dari vagina yang disebabkan dari rangsangan seksual akan memberikan sensasi ketenangan pada wanita tersebut.

Bukan hanya itu, frekuensi mimpi basah yang terjadi pada kaum wanita lebih kecil dibandingkan pria. Bahkan, ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa kaum wanita akan mengalami mimpi basah hanya beberapa kali saja dalam setahun. 

Mimpi basah ini terjadi saat seseorang mengalami tidur gerakan mata cepat atau rapid eye movement (REM). Dimana, REM ini bisa diartikan sebagai tahap tidur yang dalam dan terjadi mimpi, lalu laju respirasi serta aktivitas otak meningkat, dan otot-otot menjadi lebih rileks. Sesuai dengan namanya, REM ini ditandai dengan gerakan bola mata yang sangat cepat. 

Selain itu, pada tahap REM ini juga peredaran darah pada bagian tubuh di sekitar area vagina akan menjadi lebih deras secara berkala. Sehingga sirkulasi darah ini dapat memuncak serta mengakibatkan ejakulasi baik pada pria maupun wanita. 

Bagi sebagian wanita yang mimpinya sangat menggairahkan atau peredaran darah pada bagian klitoris memuncak, maka mereka akan segera terbangun dari tidurnya dan mencapai klimaks dalam keadaan sadar.

Kondisi seperti ini disebut dengan istilah sleep-gasm, namun tidak semua mimpi basah pada wanita akan berakhir pada kondisi yang sama. Dalam kasus yang lain, ada juga wanita yang mengalami dan mengingat mimpi basah di pagi hari yang bersifat seksual hingga mencapi klimaks, namun hal bukan berarti ia benar-benar mengalami orgasme saat sedang tidur.  

Terlepas dari semua itu, mimpi basah pada wanita ini merupakan kondisi yang wajar dan normal. Ada sebuah studi yang dilakukan oleh Alfred Kinsey pada tahun 1953 yang menunjukkan bahwa ada sekitar 70% wanita pernah mengalami mimpi basah.

Sementara itu, ada penelitian terbaru yang menunjukkan bahwa sebanyak 85% kaum wanita bermimpi basah bahkan hingga orgasme sebelum berusia 21 tahun. Jadi, jika mengalami mimpi basah ini, anda jangan khawatir dan cemas karena ini merupakan hal yang wajar dan akan dialami oleh setiap wanita. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here