Pengertian Puisi: Sejarah, Jenis, Tokoh & Cara Membuat Puisi

0

Saat duduk di bangku sekolah maupun kuliah, kita pasti pernah mendengar bahkan membuat sebuah karya sastra berupa puisi, dengan tema yang beranekaragam sesuai momen yang sedang terjadi.

Misalnya ketika merayakan momen tujuh belasan, guru ataupun dosen akan menyuruh kita untuk merangkai beberapa bait puisi bertema hari kemerdekaan, yang kemudian akan dibawakan di hadapan teman-teman sekelas.

Baca juga: Kumpulan Berbalas Pantun Jenaka, Nasehat, dan Cinta Terbaru

Namun kenyataannya, tidak sedikit pula yang belum tahu atau mungkin lupa, tentang pengertian puisi, bagaimana sejarahnya, tokoh-tokohnya hingga jenis-jenis puisi yang dikenal sampai sekarang. Untuk itu, admin akan menjelaskan satu-persatu dalam artikel ini, yang dilansir dari Senipedia.

Pengertian Puisi Menurut Bahasa

Pengertian Puisi: Sejarah, Jenis, Tokoh & Cara Membuat Puisi 1
Pengertian Puisi, via Pixabay.com

Secara bahasa, puisi adalah suatu jenis karya sastra dalam bentuk tulisan buatan manusia, yang dibawakan atau disampaikan oleh penulisnya atau orang lain melalui diksi.

Definisi lain juga memaparkan bahwa, pengertian puisi adalah jenis karya sastra yang disusun oleh irama, rima dan penataan bait serta baris, yang bahasanya sangat indah dan mengandung makna yang dalam.

Baca juga: Pantun Teka-Teki Lucu dan Jawabannya, Bikin Ketawa Ngakak!

Penulisnya disebut dengan penyair. Penyair sendiri merupakan orang atau kelompok yang menciptakan tulisan-tulisan dengan mengedepankan bahasa estetis pada makna semantis.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Tak ketinggalan, para ahli juga mengemukakan pendapat mereka mengenai pengertian puisi, diantaranya adalah :

Aminuddin

Aminuddin berpendapat bahwa, puisi adalah proses membuat tulisan dengan dasar bahwa seseorang telah menciptakan suatu dunia tersendiri, yang berisi pesan atau gambaran suasana tertentu, baik fisik maupun batin.

Hudson

Menurut Hudson, puisi merupakan salah satu dari cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media dalam  penyampaian, yang kemudian membuahkan ilusi dan imajinasi.

Aristoteles

Aristoteles berpendapat bahwa Arti Puisi yaitu fragmen penyair yang menggambarkan 3 genre puisi, yakni epik, komik, yang tragis, dengan tujuan mengembangkan aturan untuk membedakan puisi kualitas tertinggi setiap genre, berdasarkan tujuan yang mendasari genre itu sendiri.

William Shakespeare

William Shakespeare berpendapat bahwa definisi puisi adalah penggunaan lirik yang membingungkan berbagai bentuk, seperti perbuatan rumit dengan emosi sendiri dan pandangan dari penyairnya.

Herman Waluyo

Menurut Herman Waluyo, pengertian dari Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis manusia dalam sejarah, yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif, dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan batinnya.

Sejarah Puisi

Setiap karya yang terjadi pasti memiliki asal-usul. Tak ubahnya seperti sastra yang lain, puisi juga memiliki sejarah yang panjang. Faktanya, puisi sudah ada sejak abad ke-3 SM.

Penyairnya bernama Epos Gilgames, yang berasal dari Sumeria (Irak). Puisi tersebut ditulis dalam naskah kuno yang terbuat dari tanah liat dalam bentuk Baji.

Beberapa masa kemudian, bermunculan berbagai puisi oleh penyakit-penyakit Yunani dan Romawi Kuno, seperti Epos Iliad dan Odyssey karya Homerus.

Kemudian di rentang tahun 1700-1200 SM, banyak ditemukan puisi-puisi kuno karya Veda India dan Zoroaster’s Gathas dari India (1.200-900 SM) ke Odyssey (800-675 SM).

Di Indonesia sendiri, puisi telah ditemukan sejak masa kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha, ditulis dalam bahasa Sansekerta ataupun bahasa Jawa Kuno. Namun pembawaannya dalam bentuk nyanyian.

Setelah zaman mengalami kemajuan, seiring pula dengan bermunculannya tokoh-tokoh penyair hebat dan legendaris, dengan karya-karya yang hingga kini masih dikenang, seperti Buya Hamka, Taufik Ismail, Chairil Anwar dan masih banyak lagi.

Unsur-Unsur yang Ada Pada Puisi

Dalam penyusunan suatu karya, pasti terdapat unsur-unsur yang memberikan kejelasan yang lebih dalam sehingga hasil yang diciptakan memiliki ciri khasnya tersendiri. Dalam puisi, berikut adalah unsur pentingnya :

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik dalam puisi merupakan batang tubuh yang menjadi elemen paling mendasar dalam pembentukan sebuah puisi. Tanpa adanya unsur ini, maka puisi tidak akan terbentuk dengan baik dan utuh.

Adapun elemen yang terdapat dalam unsur ini antara lain diksi, imaji, majas, bunyi, rima, ritme, dan tema. Berikut, penjelasan dari masing-masingnya :

Diksi : merupakan proses pemilihan kata oleh penyair secara serius dan cermat, sehingga kata tersebut memiliki isi, makna dan pesan tertentu.

Imaji : Penggunaan kata-kata yang khas dan kongkret, sehingga menciptakan kesan visual, auditif dan taktil.

Majas : Pengungkapan kata-kata oleh penyair yang berisi makna “tidak biasa”, atau terkesan penuh khiasan.

Bunyi : Pengungkapan kata dalam puisi yang menghasilkan suatu nuansa tertentu.

Rima : Persamaan dan pengulangan bunyi yang menimbulkan efek keindahan.

Ritme : Dinamika dalam penyampaian puisi yang menciptakan kesan tidak membosankan atau monoton bagi pendengar.

Tema : Topik atau gagasan ide dari puisi yang dirangkai dan dibawakan oleh penyairnya.

Unsur Ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik merupakan unsur dari luar naskah puisi, yang mempengaruhi penyair atau hasil puisi itu sendiri. Beberapa elemen dalam unsur ini diantaranya adalah :

Historis : Mengandung unsur sejarah, masa lalu dan kejadian-kejadian yang telah terjadi sebelumnya.

Psikologis : Unsur yang mengacu pada  aspek kejiwaan dan nurani dari penyair.

Filsafat : unsur yang datang dari pemikiran penyair yang kritis dan dijabarkan dalam suatu konsep.

Religius : Mengacu pada kepercayaan penyair dalam konsep ketuhanan.

Nilai : Mengandung nilai-nilai seperti ekonomi, politik, budaya, sosial, dan yang lainnya.

Biografi : Unsur yang datang dari latar belakang atau riwayat hidup sang penyair.

Ciri-Ciri Puisi

Dalam membuat sebuah puisi yang sesuai dengan kaidah, tidak disusun semerta sesuka hati, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

Mengetahui karakteristik dari puisi secara umum akan membantu kamu dalam proses pembuatan, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Puisi ditulis dalam bentuk baut yang berisi baris-baris. Dalam 1 bait umumnya diisi sebanyak 4 baris.
  • Terdapat berbagai diksi dalam bentuk kias yang digunakan.
  • Penggunaan majas yang sangat dominan.
  • Berbeda dengan sastra lain, dalam puisi, Setting, alur, dan tokoh tidak begitu diperlihatkan.

Ciri-ciri Puisi Lama :

  • Anonim, alis tidak diketahui siapa penulisnya
  • Tidak terikat pada jumlah baris, Rima maupun irama.
  • Gaya bahasa yang berubah-ubah dan bersifat dinamis.
  • Tema puisi umumnya berhubungan dengan keadaan yang ada pada saat puisi tersebut dibuat.

Ciri-ciri Puisi Baru

  • Penulis / penyair puisi tersebut diketahui dengan jelas.
  • Pada tiap gatra terdiri dari 4 sampai 5 suku kata.
  • Isi puisi tentang kehidupan pada umumnya.
  • Puisi cenderung bersifat simetris atau memiliki bentuk rapih.
  • Lebih menggunakan sajak syair atau pola pantun.
  • Puisi biasanya berbentuk empat seuntai.

Jenis-jenis Puisi

Secara umum, puisi terbagi menjadi 2 jenis, yakni puisi lama dan puisi baru. Dalam pembagian itu pula, tiap-tiap jenis terdapat pembagiannya masing-masing, di antaranya adalah sebagai berikut :

Jenis Puisi Lama :

  • Syair
  • Pantun
  • Sekola
  • Gurindam
  • Karmina
  • Mantra
  • Talibun

Jenis Puisi Baru :

  • Balada
  • Hymne
  • Ode
  • Epigram
  • Romansa
  • Elegi
  • Satire
  • Distikon
  • Terzina
  • Quatrain
  • Kuint
  • Sektet
  • Septime
  • Stanza
  • Soneta

Penutup

Demikiankah, tulisan kali ini mengenai Pengertian puisi, sejarah, ciri-ciri, unsur dan jenis-jenis puisi lama dan baru. Semoga ulasan di atas bisa bermanfaat dan menambah wawasan kamu semua mengenai dunia sastra puisi. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here