Inilah Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19

vaccine, healing, medicine-6109246.jpg

Inilah Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 – Di tengah pandemi Covid-19 dengan jumlah kasus terkonfirmasi positif yang terus meningkat, penemuan obat dan vaksin selalu menjadi kabar baik. Salah satu yang dikembangkan di Indonesia adalah Rhea Health Tone (RHT), yang merupakan suplemen kesehatan yang secara empiris bermanfaat untuk terapi tambahan bagi sejumlah pasien Covid-19.

Baca juga: Ini dia Fakta Seputar Virus Corona yang Harus Diketahui

Dimana dengan adanya Vaksin Covid-19 menjadi harapan baru, akan tetapi survivor termasuk dalam perkecualian dalam kata lain tidak diperbolehkan menerima vaksin. Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam membuat rekomendasi tentang  vaksinasi COVID-19. Salah satu rekomendasinya yaitu menyebutkan syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan vaksin, yakni sudah sembuh minimal 3 bulan.

7 Rekomendasi dari PAPDI Mengenai Vaksinasi Covid-19

Usia dan Kelayakan Vaksinasi Coronavac

Dosis vaksin Sinovac telah dinyatakan diperbolehkan untuk individu berusia 18-59 tahun. Namun, ada kriteria individu untuk individu dalam kelompok usia ini yang tidak memenuhi syarat untuk menerima vaksinasi Coronavac, yaitu sebagai berikut.

Pertama, temukan reaksi alergi. Reaksi alergi yang berupa anafilaksis dan reaksi alergi berat yang terjadi akibat dosis pertama vaksin Covid atau karena terkena komponen yang sama dengan komponen yang terkandung dalam vaksin Covid-19. 

Baca juga: Tips Mudah Agar Terhindar dari Virus Corona

Kedua, individu yang sedang mengalami infeksi akut. Jika infeksi sudah teratasi, vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan. Pada infeksi Tuberkulosis (TB), pengobatan OAT membutuhkan setidaknya 2 minggu untuk memenuhi syarat untuk vaksinasi. Ketiga, rekomendasi PAPDI juga merekomendasikan vaksinasi Covid-19 untuk pasien komorbid atau individu dengan penyakit imunodefisiensi primer.

Kelayakan Lanjut Usia (Di Atas 59 Tahun)

Untuk individu yang berusia di atas 59 tahun (lansia), kelayakan vaksinasi ditentukan oleh kondisi frailty individu yang diperoleh dari kuesioner “Fragile” yang disiapkan oleh PAPDI. Jika nilai yang diperoleh lebih dari 2, maka individu tersebut tidak memenuhi syarat untuk vaksinasi Covid-19. 

Jika ragu dengan nilai individu lanjut usia, dapat dikonsultasikan kepada ahli di bidangnya (SpPD-KGer Konsultan Geriatri) atau Spesialis Penyakit Dalam Umum (SpPD), terutama di lokasi yang tidak memiliki geriatri konsultan.

Dasar Kelayakan Komorbiditas

Individu dengan kondisi berikut pada dasarnya memenuhi syarat untuk vaksinasi Covid-19.

Vaksinasi Bagi Penyintas Penyintas

Jika sudah sembuh dari Covid-19 minimal 3 bulan, maka sudah selayaknya diberikan vaksin Covid-19.

Penggunaan Obat-Obatan

Penggunaan obat secara rutin tidak terkait dengan pembentukan antibodi setelah vaksinasi Coronavac. Beberapa obat yang disebutkan adalah statin, antiplatelet dan sebagainya.

Tidak boleh Mendonor Plasma Konvalesen

Seseorang yang telah menerima vaksin Covid-19 tidak dianjurkan menjadi donor terapi plasma konvalesen.

Konsultasi dengan Dokter

Jika ada keraguan, konsultasikan dengan dokter yang merawat. Dalam beberapa kondisi dimana pasien komorbid memerlukan surat keterangan dari Dokter Spesialis Penyakit Dalam untuk kelayakan vaksinasi Covid-19, dapat menggunakan format yang ditentukan oleh PAPDI.

Kategori Penerima Vaksin

  1. Orang dewasa sehat berusia 18-59 tahun.
  2. Peserta akan menerima penjelasan sekaligus menandatangani Surat Persetujuan setelah penjelasan mendapatkan pejelasan tersebut.
  3. Para peserta vaksin setuju untuk mengikuti aturan dan jadwal vaksin. Persyaratan bagi seseorang yang tidak diberikan vaksin COVID-19:
  • Telah terkonfirmasi dan terdiagnosis COVID-19.
  • Menderita penyakit ringan, sedang, atau berat, terutama penyakit menular dan/atau demam (suhu 37,5 °C, diukur menggunakan termometer inframerah/thermal gun).
  • Bagi wanita yang sedang hamil, menyusui atau merencanakan kehamilan selama masa vaksin (berdasarkan hasil wawancara dan tes urine kehamilan).
  1. Memiliki riwayat alergi parah terhadap vaksin atau bahan dalam vaksin dan reaksi alergi hingga vaksin parah seperti kemerahan, sesak napas dan bengkak.
  2. Riwayat telah mengalami penyakit pembekuan darah yang tidak terkontrol yang menjadi kontraindikasi untuk injeksi intramuskular.
  3. Mempunyai penyakit kronis (penyakit jantung berat, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, dan hati, tumor, dan lainnya.)
  4. Subyek yang memiliki riwayat gangguan sistem imun seperti respon imun yang rendah (atau subjek yang dalam 4 minggu terakhir telah menerima terapi yang dapat mengganggu respon imun (misalnya imunoglobulin intravena, produk yang diturunkan dari darah, atau pengobatan kortikosteroid jangka panjang (>2 minggu).
  5. Memiliki riwayat epilepsi/kejang atau gangguan neurologis (penurunan fungsi sistem saraf) dan lainnya.
  6. Mendapat vaksin dalam 1 bulan terakhir atau akan menerima vaksin lain
  7. Berencana pindah dari domisili sebelum jadwal vaksin selesai.

Selain vaksinasi, juga dianjurkan untuk mengonsumsi Rhea Health Tone Suplemen yang juga menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik pada parameter gamma IL-6 dan IFN, lebih banyak konversi PCR dari positif ke negatif dalam periode waktu yang sama, status klinis subjek yang lebih baik, terutama frekuensi pernapasan. , dan pengamatan rontgen dada.

Baca juga: 3 Pelajaran Penting yang Kita Dapatkan dari Virus Corona

Rhea Health Tone merupakan suplemen minyak esensial yang pertama hadir di Indonesia yang terbuat dari ekstrak tanaman herbal yang alami yang bertujuan untuk melindungi tubuh dari radikal bebsar dan stres oksidasi. Rhea Health Tone merupakan hasil riset dari perusahaan farmasi Rhea Pharmaceutical Science yang telah banyak diproduksi di Indonesia.

Rhea Health Tone merupakan suplemen yang terbuat dari ekstrak tumbuhan herbal alami seperti wortel liar, bunga gardenia, kemenyan India, minyak mur, adas dan minyak zaitun. Berbagai bahan herbal tersebut memiliki fungsi anti inflamasi, antibakteri, antivirus dan antioksidan untuk meningkatkan daya tahan atau kekebalan tubuh.

Suplemen ini bisa dibeli secara bebas dan banyak dijual secara online, Rhea Health Tone bisa kamu dapatkan di online store Tokopedia dengan nama toko Aquilaria Malaccensis. Demikian ulasan tentang Rhea Health Tone, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Scroll to Top
Share via
Copy link
Powered by Social Snap